Fungsi VLOOKUP adalah bagian dari fungsi LOOKUP, bersama dengan HLOOKUP, INDEX dan MATCH. Kegunaan fungsi
VLOOKUP adalah untuk mencari suatu nilai (lookup_value) pada range atau tabel
(lookup_array), kemudian setelah nilai tersebut ditemukan, akan memanggil nilai
di kolom yang lain dari tabel tersebut berdasarkan urutan kolom yang diinginkan
(col_index_num).
- lookup_value
(wajib diisi) yaitu nilai yang digunakan untuk mencari data
yang diinginkan. Pada contoh simulasi di atas, lookup valuenya adalah
“Tepung Terigu”
- table_array
(wajib diisi) yaitu range atau tabel yang akan digunakan
untuk mencari data yang diinginkan. Agar mudah diingat, table array bisa
kita sebut dengan tabel vlookup. Pada contoh di atas, tabel vlookupnya
adalah data stock barang.
- col_index_num
(wajib diisi) yaitu nomor urut kolom yang akan kita ambil
nilainya sesuai dengan nomor kolom yang ada di tabel. Jika kita isi dengan
nilai kurang dari 1 akan menghasilkan ERROR #VALUE!. Sedangkan jika kita
isi dengan angka yang lebih besar dari jumlah kolom yang ada dalam tabel,
akan menghasilkan error #REFF!.
- range_lookup
(opsional) yaitu nilai TRUE atau FALSE. TRUE digunakan jika
kita ingin hasil yang mendekatai (pendekatan). Sedangkan, FALSE digunakan
jika kita ingin hasil absolut atau pasti. Agar syntax rumus kita jadi
lebih singkat, TRUE dan FALSE bisa diganti dengan nilai 0 untuk FALSE dan
1 untuk TRUE. (Ingat FALSE=0, TRUE=1)
- Kesalahan
Yang Sering Terjadi Saat Menggunakan VLOOKUP
- Range
tabel tidak dibuat absolut atau mutlak (tidak pakai simbol $) sehingga
data bergerak pada saat dicopy. Misalnya A1:E20, seharusnya $A$1:$E$20.
- Format
nilai yang digunakan untuk melookup tidak sama. Misalnya, salah satu
nilai memiliki format number sedangkan di tabel menggunakan format
text.






